Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran

Di artikel kali ini jasadokumentasi.com akan membagikan tentang Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran, yang akan membatu para fotografer pemula. Mari simak artikel berikut ini.

Apa itu Fotografi

Fotografi merupakan salah satu ilmu yang akan mempelajari tentang cara bagaimana membuat sebuah gambar yang diam menjadi sebuah dimensi melalui cahaya (di dalam bingkai dalam yang membentuk 2 dimensi) yaitu dengan menggunakan sebuah pengendalian tampilan cahaya.

Kenapa bisa dikatakan sebagai pengendalian tampilan cahaya? Karena tanpa adanya tampilan cahaya sebuah gambar tidak akan bisa dihasilkan dari sebuah alat perekaman atau dengan menggunakan kamera (hasil pemotretan). Terlalu banyak cahaya yang akan membuat dan menghasilkan gambar menjadi terlalu terang, namun bila terlalu sedikit cahaya yang di hasilkan akan membuat gambar mnejadi terlalu gelap. Sehingga pemotret atau fotografer harus dapat menentukan dan membuat cahaya yang tepat di obyek yang sedang di potret atau akan di tangkap . Kata yang di maksud pada bagian ini adalah Pengendalian Cahaya (Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran Fotografer Pemula yang bermanfaat)

Pengendalian Cahaya Fotografi

Apa langhkah yang bisa dilakukan untuk mengandalikan cahaya yang akan di tangkap tersebut? JIka seseorang akan memotret atau menangkap obyek dengan menggunakan kamera yang sangat sederhana sekalipun harus tetap melakukan dan memperhatikan pada 3 hal yang menjadi dasar – dasar pengendalian cahaya.

Berikut beberapa hal tersebut adalah :

  • Lubang area dimana tempat masuknya cahaya (Diafragma)
  • Durasi waktu tangkap cahaya dimsaukkan menjadi sebuah gambar (shutter speed)
  • Kepekaan terhadap intensitas cahaya yang masuk dan akan ditangkap (ISO).

Semakin besar lubang area dimana cahaya dibuka maka akan semakin banyak juga cahaya yang akan masuk.

Semakin lama durasi lubang cahaya dibuka maka akan semakin banyak cahaya yang akan masuk. Semakin tinggi tingkat kepekaan terhadap cahaya yang disetting, maka akan semakin peka

juga cahaya yang akan diterima, yang akibatnya akan seringkali muncul banyak warna – warna yang dapat diterima saat pemotretan atau penangkapan obyek yang ada di depan kamera.

Cara Setting dan Kondisi Saat Pemotretan Untuk Pembelajaran

Saat memotret hal yang perlu diperhatikan bukan hanya sekedar alat yang digunakan untuk memotret saja, tetapi perlu untuk memperhatikan juga kondisi obyek yang akan difoto ataupun kondisi lingkungan tempat pemotretan. Baik itu terkait dengan obyek nya secara langsung ataupun pencahayaan yang mengenai berbagai obyek yang ada di sekitar obyek pendukung.

Akan menjadikan sangat aman dan nyaman apabila pada saat fotografer melakukan  sebuah pemotretan ataupun pengambilan gambar seorang fotografer harus dapat dan bisa mengendalikan semua segala seuatu yang ada pada tempat pemotretannya, seperti misalnya pada saat fotografer memotret kemudian sebuah obyek yang akan difoto dapat ditata dan diletakkan paada lokasi dengan background yang dapat ditata dengan rapi, seperti pada gambar 1 ini.

Gambar 1.

Foto dengan bagian belakang yang dapat diatur dengan mudah efek cahayanya

Keterangan :

Foto dengan obyek utama gelas berisi kopi susu dengan background obyek dengan tektur kayu Ada kontras yang cukup jauh perbedaan warnanya antara obyek dengan latar belakang

Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran Fotografer Pemula – Namun akan menjadi sesuatu yang agak membuat pusing apabila obyek memiliki latar belakang dengan warna yang beragam, yang memiliki latar belakang yang hampir serupa dengan obyek utama yang akan diambil. Hal tyersebut seringkali kemudian membuat obyek menjadi kurang dapat dirasakan tingkat keutamaannya di dalam sebuah foto yang akan dihasilkan.

Ketidak fokusan / tingkat kontras untuk menekankan sebuah obyek sebagai obyek utama dapat diakibatkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah warna background yang mirip dengan warna onbyek utama obyek background yang sangat banyak sehingga mengaburkan obyek utama.

Kondisi pencahayaan background yang jauh lebih terang daripada kondisi pencahayaan pada obyek utama proporsi obyek utama yang terlau kecil terhadap frame yang akan dihasilkan kekeliruan perletakan obyek utama pada frame yang akan dihasilkan.

Kondisi ideal untuk pemotretan tentunya perlu untuk memperhatikan terlebih dahulu untuk fungsi apa gambar direkam. Karena fotografi memiliki beragam fungsi penyampaian pesan. Diantaranya adalah Fotografi untuk :

  • Menunjukkan sebuah seni dan keindahan
  • Dokumentasi sebuah kejadian
  • Mengenalkan sebuah produk
  • Memamerkan hasil karya
  • Menjual sebuah produk
  • Menunjukkan sebuah proses
  • Menyampaikan sebuah ilmu
  • Background penyampaian ilmu
  • Komen terhadap hasil proses siswa.

Karena masing-masing akan memiliki spesifikasi foto yang berbeda secra detail, maka di dalam pembahasan singkat ini akan disampaikan hal yang menjadi dasar dari semua foto tetapi akan difokuskan pada pendukung materi pembelajaran.

Adapun materi tersebut adalah :

  • Penataan obyek di dalam frame (focusing)
  • Fokusing pada obyek
  • Mensikapi cahaya
Penataan obyek di dalam frame (Layouting)

Fokusing disini adalah bagaimana seoarang fotografer akan dapat mengajak orang melihat hasil foto mengetahui bagian mana yang akan dijadikan sebagai obyek utamanya. Di dalam menyampaikan sebuah ilmu seringkali obyek yang ada di depan kamera ada banyak, namun yang akan diutamakan hanya sebuah obyek, apa yang bisa dilkaukan?

Pada gambar 2A, 2B, 2C dan 2D ada obyek yang sama, yaitu pisang coklat, cangkir berisi kopi, laptop, dan termos, serta ada 3 gambar yang menyertakan buku. Pertanyaannya image mana yang akan ditangkap terlebihu dahulu saat melihat secara sepintas?

Pada gambar 2A dan 2C obyek yang bisa dipinggirkan lebih dahulu adalah buku, laptop dan termos, mengapa ? karena obyek tersebut tidak penuh tampilannya, tidak mungkin obyek yang diutamakan akan terpotong. Namun pada saat melihat 2 obyek yang lain, yaitu sepiring pisang coklat dan secarngkir kopi, mana yang lebih utama?

Karena keduanya sama kuat akan menimbulkan kebingungan pemikiran, karena keduanya juga memiliki dimensi yang sama di dalam foto, demikian pula pada gambar 2D.

Sebuah obyek utama akan dapat ditunjukkan dengan letak obyek dan tampilan yang muncul di dalam frame.

Dengan demikian, maka gambar 2B merupakan gambar yang paling dapat dilihat obyek utamanya adalah secangkir kopi, dan bukan obyek yang lain. Hal ini ditunjukkan dengan perletakan di paling depan, cangkir yang utuh, dan dimensi yang cukup besar dibandingkan dengan produk lain yang ada di dalam frame.

Hal ini dapat dilakukan pada saat obyek digunakan sebagai hal utama di dalam pemotretan dan menggunakan bukaan diafragma dengan angka yang besar atau ruang tajam yang digunakan luas, sehingga gambar dapat jelas secara keseluruhan.

Untuk Layout sendiri sebenarnya ada pembagian 9 yang sering digunakan sebagai lokasi penempatan obyek utama dikenal dengan aturan rule of third.

Pada gambar 3 dapat dilihat pembagian 9 dalam sebuah foto. Hal ini akan dapat digunakan sebagai patokan dimana titik utama akan diletakkan di dalam frame bagian mana yang akan menjadi perhatian di dalam penjelasan di dalam sebuah penyampaian / transfer keilmuan.

Layouting di dalam fotografi ini juga perlu memperhatikan untuk apa foto ini digunakan nantinya, karena foto terkadang juga digunakan sebagai media pendukung presentasi, yang artinya saat memotret terkadang seorang fotografer juga perlu menyediakan ruang kosong (white space), di dalam fotonya, karena akan digunakan untuk penjelasan sebuah obyek atau foto akan digunakan sebagai background sebuah presentasi.

Gambar 4 Fotografi digunakan sebagai media pelengkap sebuah presentasi

Pemanfaatan ruang kosong dapat digunakan untuk memberikan penjelasan dari obyek yang sedang dijelaskan atau menjadi background sebuah media presentasi.

Gambar 5. White space untuk memberi keterangan gambar
Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran Fotografer Pemula yang bermanfaat
Gambar 6. White space sebagai tempat untuk meletakkan tulisan presentasi

Dengan demikian pada saat akan melakukan pemotretan maka perletakan obyek di dalam frame perlu memikirkan terlebih dahulu untuk apa foto tersebut akan digunakan.

Hal ini dapat diterapkan bukan hanya pada foto atau presentasi saja, tetapi juga dapat dimanfaatkan saat seseorang akan mengambil gambar dalam sebuah video. Penempatan obyek di dalam frame akan sangat pelru untuk mempertimbangkan perletakan obyek utamanya. Sehingga orang yang akan menerima pesan akan lebih nyaman di dalam mengikuti pesan yang akan disampaikan.

Fokusing

Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran Fotografer Pemula – Focusing atau di dalam bahasa kesehariannya adalah membuat obyek menjadi focus utama di dalam sebuah foto. DI sini kaitannya dengan ruang tajam. (Seringkali dikaitkan dengan aspek diafragma di dalam sebuah pemotretan). Hal ini akan sangat bermanfaat terutama pada saat fotografer akan mengambil gambar di tengah keramaian. Saat akan memotret kemudian di tempat tersbeut terdapat banyak elemen yang tidak dapat diatur oleh fotografer.

Sebagai contoh akan memotret sebuah obyek di lokasi yang di tempat tersebut terdapat banyak obyek. Yang perlu dilakukan adalah focus pada obyek yang akan diambil / direkam. Jika menggunakan kamera , maka perlu mengunci titik target nya dulu, namun jika menggunakan smartphone cukup dengan menekan titik dimana akan digunakan sebagai obyek utama. Setelah obyek difokuskan perhatikan pula jarak antara kamera, obyek utama dan obyek di sekitar. Pastikan bahwa Jarak kamera dengan obyek utama lebih dekat dibandingkan dengan jarak obyek utama kepada background.

Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran Fotografer Pemula yang bermanfaat
Gambar 7. Jarak antara kamera – obyek utama – background

JIka Jarak A lebih pendek daripada jarak B, maka obyek di belakang akan blur. Dan ini akan membuat obyek utama akan menjadi perhatian dari orang yang melihat.

Gambar 8A dan gambar 8B sudah memenuhi persyaratan untuk pemotretan. Dimana jarak kamera ke obyek lebih dekat daripada jarak obyek ke background, namun pada gambar 8 B framing, pembimgkaian gambar masih terlalu luas, akibatnya obyek utama menjadi terkesan terlalu kecil. Hal ini akan berdampak pada perhatian ke obyek utama menjadi kurang baik.

Sehingga selain jarak pemotretan, dimensi obyek utama di dalam sebuah frame juga perlu dipertimbangkan tingkat proporsinya, antara obyek utama dengan keseluruhan foto. Obyek yang terlalu kcil juga akan membuat perhatian menjadi berkurang.

Bahkan untuk menunjukkan detail, seringkali seorang fotografer perlu untuk menunjukkan detail dibandingkan obyek keseluruhan. Tidak jarang diperlukan rangkaian gambar untuk menjelaskan sebuah obyek. Gambar obyek terhadap keseluruhan lingkungan, gambar obyek secara utuh dan detail dari obyek yang akan dijelaskan.

Jarak (dan diafragma) tidak hanya berlaku pada fotografi saja, tetapi juga akan berdampak saat pengambilan gambar bergerak / video, sehingga pemahaman tentang dampak dari jarak (dan diafragma) juga perlu untuk dipertimbangkan saat akan membuat video dengan menggunakan media kamera professional ataupun smartphone

Penempatan sumber cahaya

Cahaya merupakan hal utama di dalam fotografi. Pencahayaan di dalam pembahasan ini akan dibagi menjadi 2 bahasan, yaitu :

  • Cahaya sebagai sumber penerangan (arah dating cahaya terhadap obyek utama dan kamera, serta
  • Cahaya sebagai dasar penentuan titik terang di dalam foto (metering)
Cahaya sebagai sumber penerangan

Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran Fotografer Pemula – Cahaya sebagai sumber penerangan disini yang dimaksud adalah darimana arah datangnya cahaya terhadap obyek utama. Untuk pengambilan gambar, cahaya yang ideal untuk pengambilan gambar adalah cahaya dari depan obyek dan cahaya dari samping obyek.

Pencahayaan dari depan obyek akan membuat obyek menjadi tampak terang dan jelas. Pencahayaan dari arah ini sebaiknya sumber cahaya berada di atas fotografer, sehingga cahaya tidak tertutup oleh fotografer. Kekurangan dari pencahayaan jenisini adalah apabila tidak tepat arahnya akan dapat membuat detail obyek menjadi menghilang.

Karena lekuk yang ada menjadi tidak terlihat karena bayangan tidak muncul pada bagian lekuk yang berada di depan.

Gambar 11A Efek pencahayaan depan yang tidak tepat

Pada gambar 11A lekuk pintu menghilang karena pencahayaan frontal dari arah depan.

Gambar 11B Efek pencahaan dari depan tetapi arah obyek digeser

Pada gamabr 11B detail di bagian pintu leih terlihat karena muncul bayangan yang muncul karena efek pencahayaan yang tepat pada obyek yang akan difoto. Hal ini memunculkan dimensi 3 dimensi pada obyek yang sedang difoto.

Sedangkan untuk pemotretan dengan menggunakan pencahayaan dari samping akan lebih nyaman digunakan, Hal ini karena efek keruangan akan lebih mudah untuk didapatkan.

Pembayangan dari pencahayaan samping akan lebih memperkuat pembentukan kesan meruang pada obyekyang sedang diambil.

Pencahayaan dari smping ini dapat diambil dari kiri atau dari kanan obyek. Baik pencahayaan yang dilakukan sejajar dengan obyek ataupun pencahayaan yang diambil agak ke atas ataupun agak ke bawah dari obyek yang sedang difoto.

Dengan melihat paa gambar 12 A dan 12 B terlihat tekstur dari obyek lebih dapat ditangkap dengan jelas.

Dengan demikian pada saat akan memotret sebuah obyek dengan detail yang perlu diperhatikan oleh audiens, maka arah dating pencahayaan perlu menjadi perhatian yang cukup besar.

Untuk pencahayaan dari arah belakang obyek / dari depan kamera, jika tidak terpaksa diharapkan untuk tidak dilakukan, karena untuk pemotretan dengan arah pencahayaan dari belakang obyek jika tidak tepat akan membuat obyek menjadi tidak kelihatan , bahkan cenderung akan membentuk sebuah siluet. Hal ini akan terjadi terutama jika cahaya yang ada di belakang ibyek memiliki intensitas yang cukup tinggi.

Pencahayaan dari arah belakng ini akan dapat dipwerbaiki dengan memberikan pencahayaan dari depan yang lebih kuat daripada intensitas cahaya dari belakangnya.

Cahaya sebagai dasar metering

Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran Fotografer Pemula – Permasalahan berikutnya yang perlu dipahami bersama adalah dasar pencahayaan pada sebuah obyek yang ada di dalam frame yang akan dihasilkan. Kamera yang ada saat ini sebaik apapun kamera tersebut masih belum dapat mengalahkan kemampuan mata normal untuk beradaptasi dengan tingkat pencahayaan yang berubah ubah.

Maka dari itu perlu ada perhatian khusus saat akan memotret. Hal ini akan aman apabila di dalam obyek yang akan difoto memiliki tingkat penerangan yang relative sama atau memiliki warna yang tingkat perbedaan gelapnya relative sama.

Permasalahan akan timbul pada saat di dalam sebuah frame memiliki warna yang beragam dengan tingkat penerangan yang berbeda. Hal ini karena kamera sampai dengan saat ini masih belum dapat menangkap secara langsung tingkat penerangan yang berbeda untuk kemudian direkam di dalam media penyimpannnya.

Metode yang sudah diadopsi di dalam kamera saat ini adalah metode bracketing. Sebuah metode yang akan menggabungkan 3-5 gambar dengan tingkat penerangan yang berbeda , kemudian akan digabungkan menjadi sebuah kesatuan gambar yang akan memiliki tingkat pencahayaan yang relative sama.

Sebuah kamera smartphone biasanya melakukan pengambilan dasar pencahayaan sebagai dasar bagi pencahayaan seluruh gambar di dalam 1 frame adalah dengan cara menekan layar pada 1 titik untuk digunakan sebagai fokusnya.

Dengan menekan titik tersebut yang akan terjadi adalah titik tersebut menjadi focus lensa (menjadi bagian yang paling jelas/ paling detail di dalam foto. (dampaknya obyek lain akan menjadi blur apabila lokasinya lebih jauh atau lebih dekat daripada jarak obyek ke kamera).

Titik tersebut juga akan menjadi dasar pencahayaan utama di dalam gambar yang akan dihasilkan. (dampaknya lokasi yang lebih renadah intensitas cahayanya daripada titik yang ditekan akan menjadi lebih gelap, dan lokasi dengan intensitas penerangan yang lebih tinggi daripada titik yang dipilih akan mengalami pencahayaan yang over (menjadi terlalu terang) untuk dilihat)

Berikut contoh gambar yang memiliki beberapa tingkat penerangan yang berbeda :

Pada gambar 14 ini ada beberapa tingkat intensitas pencahayaan yang berberda. Namun secara umum dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu bagian logo Lind’s, sisi dalam gerbang batu dan sisi luar pagar.

Baik gambar 14A ataupun gambar 14B diambil dengan menggunakan setting yang sama, namun berbeda titik focus pengambilan.

Pada gambar 14A focus diletakkan pada sisi dalam gerbang, sehingga apabila dilihat pada bagian tersebut Nampak detail dengan baik, namun sebaliknya logo Linds menjadi berwarna putih dan garis cahaya menjadi terkesan lebar. Hal ini terjadi karena sebenarnya pada bagian logo Lind’s sedang mengalami over cahaya sehingga garis cahaya menjadi terkesan tebal. Demikian pula jendela di sisi kiri menjadi kurang trelihat detailnya. Hal ini karena pada bagian tersbut juga terjadi over lighting.

Pada gambar 14B focus diarahkan pada logo Lind’s. Dampak yang terjadi adalah Logo Lind’s lebih muncul warna aslinya, dan bentuk logo pun menjadi lebih detail Serta tulisan font “bar – ice cream – resto pun menjadi lebih terlihat dan terbaca, karena pengaturan pencahayaan yang ada sangat relative sama dengan kondisi. Namun detail batu pada gapuran menjdi kurang terlihat.  Hal ini karena di titik tersebut pencahayaan menjadi berkurang.

Kesimpulan dari hal ini adalah pada saat akan memotret dengan beberapa tingkat penerangan yang berbeda, maka fotografer perlu untuk mengambil titik dengan penerangan yang iperkirakan ada di tengah antara titik paling terang dan titik paling gelap dari lokasi yang akan difoto Atau fotografer harus berkonsentrasi pada titik utama dari obyek yang akan difoto.

Meskipun ini akan berdampak pada munculnya titik yang snagat gelap atau titik yang sangat terang di dalam gambar yang dihasilkan Atau penyelesaian berikutnya adalah, coba untuk membatasi gambar untuk tidak masuk pada daerah yang terlalu terang. (batasi gambar pada area dengan penerangan yang aman). Hal ini bertujuan agar gambar yang dihasilkan masih

berada pada batas nyaman untuk dilihat).

Dalam memotret setelah memahami peralatan yang dimiliki seorang fotografer (orang yang memotret) harus memahami pula untuk apa foto yang akan dihasilkan nantinya dipergunakan.

Pemahaman tentang layout / tata letak di dalam frame menjadi hal yang perlu dipahami fungsinya. Karena tata letak ini akan dapat dimanfaatkan bukan hanya sebagai kekuatan di dalam menghasilkan sebuah foto yang bermanfaat dan tepat guna, tetapi akan dapat digunakan untuk menyampaikan pesan melalui visual, baik di dalam media presentasi ataupun pembuatan video (olah gambar bergerak).

Foto yang baik dan menarik dapat pula digunakan sebagai media untuk penyemangat para siswa di dalam sticker WA.

Semoga ilmu yang sederhana ini bermanfaat untuk meningkatkan semangat kita semua dan para Fotografer pemula. Jasa Fotografi Untuk Pembelajaran Fotografer Pemula

Kami juga menyediakan layanan Jasa Streaming untuk Webminar ataupun Event anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *