Jasa Fotografer Murah di Jakarta

Jasa Fotografer Murah di Jakarta – Bekasi – Depok – Bogor dan Tangerang

Jasa Fotografer Murah di Jakarta, Jasa Dokumentasi, Apakah sebaiknya kami masuk di industri Fotografi dengan harga yang Mahal atau Murah. WA 08 222 3456 135

Jasa Fotografer Murah di Jakarta – Halo sahabat jasadokumentasi.com kali ini kami punya Pertanyaan dan beberapa hal mengenai jasa fotografi yang mau kami bahas, yaitu adalah :

  • Apakah harga jasa kami Mahal atau Murah?
  • Apakah sebaiknya kami masuk di industri Fotografi dengan harga yang Mahal atau Murah?

Mungkin kalian semua yang berkunjung ke website kami juga punya pengalaman atau pertanyaan yang kurang lebih sama kan? Nah buat kami pertanyaan tersebut sangatlah absurd, Kenapa absurd? ketika kita bicara Mahal atau Murah pada jasa fotografi itu tidak bisa disamakan dengan Ketika kita bicara harga murah untuk handphone atau semacamnya misalnya.

Karena untuk handphone atau barang-barang seperti Mobil, TV, komputer, kamera dan lensa itu sudah ada komponen-komponen yang memiliki bahan baku yang memang sudah ada harganya seperti itu, misalnya bahan bakunya dari besi, timah atau plastik dan sebagainya, karna Itu sudah ada harganya dan komunitas-komunitas itu memang sudah ada standarnya.

Tetapi ketika bicara fotografi itu tidak semata bicara mengenai perangkat elektronik melainkan juga kreatifitas, pemahaman kita, pengalaman kita dan juga referensi kita. Nah hal tersebut itu kan tidak bisa ada ukurannya kan Ya atau beda dengan kalau misalkan kita bicara mengenai proyek bikin jalan, karena kalau bikin Jalan kita pasti bisa hitung tuh pasir Berapa satu truk, batu Berapa satu truk, semen berapa dan seperti itu.

Jadi seperti yang sudah kami sampaikan di atas pertanyaan itu sangat begitu absurd, karena Bagaimana mungkin kami mengukur kreativitas itu ya. Nah pada beberapa tahun lau kami juga pernah diundang oleh beberapa teman-teman jasa fotografer untuk berdiskusi mengenai standarisasi tarif atau harga fotografer di Indonesia ini, ketika kami dengar undangan atau ajakan itu dan Saat itu juga kami langsung menyatakan ketidak Setujuan kami, Loh kenapa kami sangat tidak setuju? Karena bagaimana caranya kita bisa menyeragamkan harga atau tarif jasa fotografi dari ujung barat Indonesia sampai ujung timur Indonesia yang sedemikian luas dan pasti masing-masing daerah punya karakteristik fotografernya sendiri dan setiap daerah pasti punya karakteristik segmentasi lainnya yang berbeda beda bukan. Sehingga dengan demikian dan mungkin buat kami nyaris mustahil nih untuk bisa di seragam kan atau distandarkan untuk seluruh indonesia, Walaupun memang kami sedikit lupa persisnya regulasinya itu Seperti apa pada proyek pengadaan jasa di kalangan pemerintah Republik Indonesia itu memang sudah ada standarnya misalkan untuk jasa pengadaan catering itu sudah ada standar dan jasa pengadaan pembuatan jalan itu per km nya juga sudah ada standarnya.

Demikian yang mau di terapkan oleh teman-teman jasa fotografer itu dalam kaitanya dengan fotografi, nah itu yang menurut kami akan menimbulkan kontroversi sangat luar biasa dan bombastis kalau misalnya seperti itu. Dengan pemahaman seperti itu maka yang kami tadi sudah bilang bahwa kami akan menolak sih dan tentunya kami tidak sepakat dengan menyeragamkan harga seluruh indonesia itu tadi, karena tentunya pasti sangat susah untuk menstandarkan kreativitas seseorang. Jasa Fotografer Murah di Jakarta

Kembali lagi, ketika bicara Mahal atau murah itu tidak terlepas dari beberapa faktor yang menurut kami merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan contohnya sebagai berikut:

  1. Yang pertama Apa mekanisme atau metode jualannya fotografer itu berbeda?
  2. Apakah harganya fotografer per jam?
  3. Apakah harga fotogrfer nya perhari?
  4. Apakah  harganya fotografer perpaket atau borongan?

Jasa Fotografer Murah di Jakarta, Jasa Dokumentasi, Apakah sebaiknya kami masuk di industri Fotografi dengan harga yang Mahal atau Murah. WA 08 222 3456 135

Jasa Fotografer Murah di Jakarta – Nah keempat-empatnya itu pasti memiliki kriteria atau karakteristik yang sangat berbeda dalam soal harga, kecuali kalau misalnya foto-foto itu kalau kita bicara stock foto di Getty Images, Shutterstock dan yang lain-lain. Pastinya mereka juga sudah punya standarisasi harganya masing-masing.

Dari ke-4 faktor di atas juga sudah pada pernah kami coba dan memang tidak bisa sama satu dengan yang lain. Kenapa kami mencobanya? karena memang tergantung kebutuhan klien juga tentunya yang kadang-kadang ada klien terutama korporasi yang membutuhkan Hanya foto per foto. Jadi mereka hanya butuh foto 1 2 3 dan seterusnya, jadi kami menyediakan mereka dengan jasa foto yang persatuan seperti itu dan seterusnya Jadi menurut kami kira-kira seperti itu.

Lantas faktor kedua yang sangat penting, tapi kami belum pernah mengalamin dan belum pernah menemukan. Tetapi baru mendengar cerita dari beberapa teman-teman fotografer yaitu gengsi Klien itu juga penting dan itu kami juga baru tahu, yang lalu ketika bicara dengan salah seorang tim fotografer dan dia bercerita bahwa ada sebuah wedding di salah satu keluarga, terus mereka itu mengundang beberapa fotografer ternama, dan tujuannya apa? bukan karena mereka ingin melihat foto dari masing-masing fotografer tapi simpel sederhananya adalah mereka hanya ingin dan mau difoto oleh seorang fotografer terkenal seperti itu. Jasa Fotografer Murah di Jakarta

Apakah kemudian foto dari seorang fotografer terkenal itu lebih bagus daripada yang tidak terkenal? tidak juga ya kan. Karena foto bagus atau foto tidak bagus itu sangat-sangat subjektif.

Kehadiran para foto fotografer terkenal itu ya murni karena gengsi klien itu sendiri. Jadi tidak ada hal lain selain gengsi, gengsi itu penting. Jadi kalau misalnya kalian ketemu dengan klien yang kira-kira telah kalian pelajari ini gengsinya tinggi tidak ada salahnya mencoba untuk masuk dengan harga yang di atas kebiasaan kalian.

Untuk selanjutnya faktor yang penting skenarionya adalah bisnis to bisnis dan kliennya adalah sebuah perusahaan, badan usaha ataupun korporasi. Seringkali ada beberapa cerita dan pengalaman juga yang pernah kami sendiri alami adalah seorang fotografer itu mengirimkan portfolio yang tidak sesuai dengan kehendak atau kebutuhan klien. Kenapa demikian, karena memang sang fotografer belum mempunyai portfolionya. Dalam skenario seperti ini itu ada yang namanya collaboration kost, collaboration cost itulah diterapkan pada skenario semacam ini.

Pada sebelumnya kami juga pernah mendapatkan undangan untuk mengikuti lelang pengadaan jasa fotografi oleh sebuah perusahaan, lelang tersebut harus diulang Kalau tidak salah dua kali. Kenapa demikian, karena pada lelang pertama dari 4 fotografer yang diundang hanya 1 fotografer yang foto portfolionya sesuai dengan kebutuhan klien yaitu itu tim dari Jasa Fotografi Jakarta atau kami sendiri. Dengan kondisi seperti itu mau tidak mau harus diulang karena oleh panitia pengadaan perusahaan tersebut minimum peserta tender harus 3 (tiga), jadi kalau hanya kami sendiri tidak bisa dan harus ada pihak lain. Akhirnya tender tersebut diulang, dan pada lelang kedua didapatkan 5 (lima) fotografer dengan portofolio yang sesuai dengan kebutuhan si klien.

Jadi seperti itulah yang harus juga dipertimbangkan oleh kalian para jasa fotografer atau fotografi, misalnya ingin masuk penawaran atau proposal ke perusahaan perusahaan untuk skenario be to be, di situ juga kalian bisa memilih mau Mahal atau murah sesuai dengan portofolio yang kalian miliki. Misalkan dalam hal fotografi untuk fotografer yang menggunakan Drone itu pasti akan berbeda dengan fotografer yang menggunakan helikopter. Kenapa berbeda? karena resikonya berbeda perangkat yang digunakan juga berbeda, peralatan yang digunakan juga berbeda dan Resiko yang ditempuh juga berbeda. Jadi diferensiasi harga Mahal atau murah itu tidak hanya bisa dilihat dari hasil karyanya, melainkan dari requirement dan peralatan yang digunakan untuk menghasilkan foto tersebut seperti contohnya. Jasa Fotografer Murah di Jakarta

Apakah kami mengambil foto dengan Drone harganya sama dengan ketika kami mengambil foto pakai helikopter? Tentulah tidak, karena dengan helikopter itu tingkat bahayanya yang lebih rentan terjadi ketimbang kami memakai atau menggunakan drone, Karena kalau helikopter itu pintunya dibuka jadi tim fotografer kami juga punya resiko untuk jatuh dari ketinggian seperti itu.

Hal-hal seperti itulah yang harus dipertimbangkan dan kembali ke jawaban kami pertama pertanyaan harga Mahal atau murah itu absurd banget kan pastinya. Itu sangat-sangat tidak relevan jika Untuk ditanyakan, Karena apa? Karena masing-masing fotografer dan jasa fotografi punya standarnya masing-masing.

Harga kami belum tentu mahal buat orang lain dan harga kami belum tentu murah juga buat orang lain. Jadi tidak ada patokannya untuk itu dan Saran dari kami jangan berkutat, Jangan terpaku dan jangan terkunci pada hal-hal semacam itu.

Mahal atau Murah pelajari kliennya terlebih dahulu dan jangan buru-buru memberikan harga, kira-kira seperti itu tips dan triknya untu para fotografer. Jasa Fotografer Murah di Jakarta

Jangan Lupa Follow Kami di Instagram @jasafotografijakarta

Jika Ingin pakai jasa kami silahkan Hubungi Kami Disini

Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien

Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien

Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien Untuk Para Fotografer Pemula, Membuat Portofolio, Melatih Soft Skill, Relasi atau Koneksi, Sitem yang Jelas..

Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien – Halo sahabat dokumentasi kali ini jasadokumentasi.com akan membagikan 5 Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien, nah 5 tips ini kami pelajari juga Berdasarkan pengalaman dari awal kami masuk dan terjun di dunia fotografi, selain itu kami belajar juga dari internet dari YouTube video-video yang lainnya dan juga tentunya baca-baca dari buku.

Mari kita simak Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien berikut ini :

  1. Membuat Portofolio

Untuk tips yang pertama ini adalah kita harus membuat portofolio yang bagus, menarik maupun yang Profesional, nah untuk portofolio ini sendiri kami akan bagi menjadi 2, yaitu seperti ini namanya Portofolio Online dan juga Portofolio Offline.

Apasih Protofolio Online dan Portofolio Offline itu?

  • Portofolio Online kita sudah tahu kita bisa pakai media sosial seperti yang lagi terkenal sekali seperti sekarang adalah Instagram menurut kami sendiri Instagram ini sangat sangatlah berguna karena kita bisa pajang atau tampilkan hasil foto kita di sana dan juga agar calon klien kita bisa lihat hasil hasil karya kita di sana.
  • Sedangkan untuk Portofolio Offline misalnya buku album, Inilah salah satu contoh Portofolio Offline yaitu buku Album Foto seperti dibawah ini :

Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien Untuk Para Fotografer Pemula, Membuat Portofolio, Melatih Soft Skill, Relasi atau Koneksi, Sitem yang Jelas.. Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien Untuk Para Fotografer Pemula, Membuat Portofolio, Melatih Soft Skill, Relasi atau Koneksi, Sitem yang Jelas.. jasa cetak album foto, jasa cetak kolase di jakarta, jasa cetak kolase murah di jakarta

Album Foto ini juga biasanya kami bawa pada saat misalnya calon client minta ketemu. Nah jadi pada saat ketemu kami Bisa tunjukkan Album Foto ini ke calon clien yang menurut kami portofolio ini adalah senjata bagi para fotografer tentunya, karena selain bisa lebih yakin sama fotografernya klien juga sudah bisa melihat langsung hasilnya dan kualitas dari fotonya, dan tentunya selain album foto ini, seperti yang kami tampilkan dibawah ini ada beberapa juga foto-foto kanvas.

Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien Untuk Para Fotografer Pemula, Membuat Portofolio, Melatih Soft Skill, Relasi atau Koneksi, Sitem yang Jelas..jasa cetak foto canvas

Menurut kami kurang lebih seperti itulah Portofolio Offline dan juga Portofolio Online. Dan tentu saja portofolio yang bagus ini sangat sangat penting karena ini yang akan mengantar klien atau calon klien untuk datang ke kita untuk memakai jasa kita akhirnya. Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien

Tips juga buat kita yang membuat portofolio yang bagus tidak boleh sembarangan. Maksudnya bagaimana? maksudnya begini Kalau kita mau jadi fotografer wedding/pernikahan jangan buat portofolio tentang makanan, jadi dari awal kita harus juga tahu kita ini pengennya jadi fotografer apa, kalau misalnya kita ingin menjadi fotografer food/makanan kita harus perbanyak portofolio kita tentang food/makanan tersebut dan hanya motret tentang makanan saja dan kalau misalnya kita mau jadi fotografer tentang fashion tentu saja kita harus banyak-banyak belajar tentang fashion, kita juga harus banyak-banyak Lihat referensi di internet tentang fotografi fashion. Kalau kita mau jadi fotografer wedding/pernikahan kita juga harus banyak-banyak Lihat referensi di Instagram atau di Pinterest atau di mana saja, dan kita juga harus banyak bikin portofolionya tentang wedding itu.

Jadi kita tidak boleh sembarangan dalam buat portofolio juga supaya kita tidak buang-buang waktu, kuncinya juga kita harus sabar dan konsisten. Kalau misalnya kita sudah bikin portofolio yang terbaik tapi ternyata belum ada klien yang datang tidak apa-apa yang terpenting kita konsisten saja dulu dan tetap terus berkarya, karena kami yakin kalau hasil kita bagus tidak mungkin tidak ada yang mau pakai jasa dokumentasi kita. Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien

  1. Melatih Soft Skill

Untuk poin yang kedua ini tidak kalah penting yaitu kita harus bisa Melatih Soft Skill kita. Bagaimana cara kita untuk berkomunikasi dengan orang, melatih cara berkomunikasi ini juga sangat penting karena sepanjang perjalanan karir fotografi kita, kita akan ketemu dengan calon calon klien kita dan akan ketemu dengan banyak sekali tipe-tipe orang karena fotografi menurut kami bukan hanya tentang skill 100% tetapi juga tentang karakter si fotografernya itu juga yang akan mempengaruhi Apakah calon klien ingin memakai kita atau tidak.

Selain karena portofolio yang bagus hasil yang bagus, klien juga akan memilih fotografer yang karakternya baik juga atau soft sklinya baik dan Bagaimana caranya treatment klien Bagaimana caranya menghadapi klien, nah ini juga penting di saat hari fotonya nanti fotonya bisa bagus atau tidak tergantung dari si fotografernya soft skill nya Bagaimana, contohnya pada saat Mengarahkan foto prewedding Bagaimana caranya si fotografernya bisa mengeluarkan mood kliennya, Bagaimana cara untuk bisa memperbaiki mood mengangkat mood, dan Bagaimana caranya untuk mengarahkan fotonya supaya tidak kuat supaya tidak kelihatan terlalu dibuat-buat. Softskill ini juga sangat penting untuk hasil foto, hasil fotonya nanti bisa bagus atau tidak, Ini juga tergantung Bagaimana cara si fotografernya mengarahkan atau membangun mood atau berkomunikasi dengan klien itu sendiri. Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien

  1. Relasi atau Koneksi

Nah untuk poin yang Ketiga ini adalah Relasi atau Koneksi poin ini sangat penting karena kebanyakan calon-calon klien kita yang pertama itu adalah orang-orang terdekat kita dulu, setelah orang-orang terdekat kita memakai jasa kita dan ternyata mereka puas dengan hasilnya maka mouth to mouth marketing itu akan terjadi dan hasil karya kita akan tersebar luas karena orang-orang terdekat puas dengan hasilnya mereka pasti akan cerita ke teman-temannya dan juga yang terpenting kita harus banyak-banyak bergaul, banyak-banyak cari teman, toh ini juga tidak ada ruginya buat kita. Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien

  1. Sitem yang Jelas

Di point keempat ini adalah tentang Sistem yang Jelas. Karena setelah klien datang ke kita Mereka ternyata suka dengan hasil foto kita mereka pasti akan bertanya seperti ini Contohnya :

  • Kalau saya mau foto prewedding Harganya berapa?
  • Ada tidak pricelistnya?

mereka pasti tanyakan itu, dan kita harus belajar untuk profesional dan kita harus buat pricelistnya sebagus mungkin dan sedetail mungkin dan sejelas mungkin, dengan bahasa yang klien mudah mengerti.

Tips untuk membuat price list ini kita harus membuatnya dengan singkat padat dan jelas. Kenapa? supaya kliennya tidak bingung dan supaya pada saat lain melihat mereka tidak perlu Terlalu banyak bertanya mereka sudah mengerti sendiri apa bedanya paket A, Apa bedanya Paket B sama C, Kenapa Paket A lebih mahal, Kenapa Paket B lebih murah, kurang lebih seperti itu.

Dan juga ngomong-ngomong tentang sistem yang jelas setelah price list kita juga harus membuatkan surat kontrak atau biasanya dibilang hitam diatas putih. Untuk di dalam isi surat kontrak itu isinya seperti apa? Ya seperti perjanjian ada nama pelayan, ada data-data Clarion terus ada spesifikasi paket yang mereka ambil apa, selanjutnya juga di bawahnya nanti ada tanda tangan antara dua pihak ada si klien dan juga ada fotografernya itu sendiri, supaya sistemnya ini jelas dan ini juga akan membuat rasa aman ke client nya. Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien

  1. Promosi

Nah point penutup ini adalah Promosi di Point yang ini kita harus belajar untuk desain. Desain itu gunanya untuk apa? Desain biasanya digunakan untuk bikin brosur, poster atau bikin promosi online di sosial media misalnya Instagram, Facebook, Twitter dan lain sebagainya, dan tentunya kita juga harus bisa menampilkan sesuatu yang menarik, jadi ini juga sangat penting untuk belajar desain kalau misalnya kita tidak bisa kan sekarang banyak media-media yang bisa kita belajar seperti melalui YouTube ataupun lainya, karena sudah banyak sekali tutorial di sana-sini tentang Desain.

Desain ini juga pasti akan kita pakai misalnya untuk membuat price list dan juga membuat poster untuk media promosi maupun iklan Instagram, mungkin juga bisa kita gunakan untuk membuat surat kontrak kita, kita buat yang bagus dan profesional. Banyak hal yang perlu untuk kita desain supaya juga kelihatan profesional.

Nah Sekian dulu yang bisa jasadokumentasi.com bagikan tentang Tips Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Klien. Jika kalian suka dengan Artikel ini jangan lupa bagikan ke teman-teman kalian dan semoga bisa bermanfaat juga…