Cara Menentukan Harga Jasa Fotografi

Cara menentukan harga jasa fotografi 2019 – Seiring berjalannya waktu banyak jasa fotografi yang baru memulai bisnisnya, agar bisnis jasa fotografi yang anda jalani berjalan mulu berikut ini adalah tentang tips dan cara untuk menetapkan harga untuk bisnis fotografi di jakarta. Berikut ini adalah konsep dan pertimbangan dalam menentukan harga:

Cara menentukan harga jasa fotografi 2018 Jasa Foto dan Video di Jakarta , Tips dan Trik JFJ Jasa Fotografi di Jakarta - www.jasadokumentasi.com 2018
Cara menentukan harga jasa fotografi 2019

1. Kita masuk ke bisnis fotografi untuk mendapatkan untung, bila tidak ada untung, itu hanya sebuah hobi
Jadi kalau ingin menjalankan bisnis yang sehat, kita harus memiliki untung, yaitu pendapatan harus lebih besar dari pengeluaran. Seringkali, penghobi fotografi yang ingin masuk ke bisnis fotografi atau yang baru saja membuka bisnis fotografi cenderung tidak mengambil untung malah kadang keluar uang yang lebih banyak/rugi untuk mendapatkan pekerjaan tersebut karena takut tidak dapat pekerjaan. Ini yang perlu diwaspadai.

Selain itu, fotografer seringkali tidak mempertimbangkan ongkos-ongkos yang tersembunyi, misalnya akumulasi depresiasi alat (menurunnya harga alat-alat seiring waktu berjalan karena rusak atau ketinggalan jaman), biaya transportasi, biaya pendidikan fotografi, biaya kecelakaan misalnya alat-alat rusak atau hilang, dan biaya tak terduga lainnya.

2. Jangan bersaing dengan harga, karena selalu ada fotografer yang lebih murah dari kita, lebih baik bersaing dengan kualitas produk dan layanan.

3. Jangan menghitung waktu, tapi lebih ke nilai
Maksudnya adalah jangan mengunakan waktu untuk menentukan harga. Contoh, kita menetapkan harga jasa foto kita 100 ribu per jam, maka kalau suatu pekerjaan membutuhkan waktu 10 jam, maka biayanya 10x100ribu = 1 juta.

Bagi banyak klien, waktu sangat berharga, semakin cepat sebenarnya semakin baik, dan bila kita bisa mengerjakan sesuatu dengan cepat & berkualitas, mestinya kita justru minta bayaran yang tinggi, lebih tinggi dari yang sistem per jam.

Misalnya bila ada fotografer yang dibayar 1 juta dengan waktu kerja 10 jam. Bila kita mampu menghasilkan kualitas yang sama dalam 1 jam, kita berhak menuntut bayaran lebih tinggi dari 1 juta karena kita menghemat waktu klien untuk menunggu, bukan 100 ribu saja.

4. Menentukan harga bukan ilmu pasti, jadi tidak ada yang salah dan benar
Bila Anda menghargai produk atau layanan Anda 100 ribu, tidak ada masalah, 1 juta? tidak ada masalah, 50 juta? juga tidak ada masalah. Mau naikkan harga dari 100 ribu jadi 100 juta, juga ga masalah, tidak ada yang melarang.

Masalahnya adalah, Anda harus punya alasan mengapa harga tersebut memang cukup wajar. Mungkin ongkos produksi yang tinggi, alat-alat yang langka, tingkat kesulitan atau resiko yang tinggi, kualitas foto yang tidak bisa ditandingi oleh fotografer-fotografer lain dan alasan lainnya.

5. Mencari pelanggan yang sesuai
Cari calon pelanggan yang menghargai gaya/spesialisasi karya foto Anda. Misalnya, bila Anda sukanya foto satwa, maka ada bagusnya mencari orang-orang berduit yang mencintai binatang peliharaannya. Bila sukanya foto black and white maka carilah penggemar foto black and white.

Memang awalnya cukup susah mencari orang-orang yang suka gaya Anda. Tapi seiring perjalanan waktu, Anda akan mendapatkan langganan yang terus-menerus membutuhkan karya Anda. Dengan mencari pelanggan yang menghargai gaya fotografi Anda, otomatis harga fotografi Anda akan lebih optimal. Karena harga bukan lagi menjadi satu-satunya yang dipertimbangkan pelanggan.

Semoga membantu!


Baca Juga :

  1. Memulai Bisnis Fotografi Tanpa Modal
  2. 10 Ide Gila Menjalani Bisnis Fotografi dan Tips Jitu Untuk Meningkatkan Penghasilan Bagi Fotografer
  3. Jasa Fotografi Jakarta